Penanganan Cepat Kasus Penganiayaan di Desa Tanggabaru, Bima
NTBHub.ID – Polisi segera mengambil tindakan terkait kasus penganiayaan berat yang terjadi di Desa Tanggabaru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Seorang pria bernama H (31) ditangkap setelah diduga melakukan pembacokan terhadap tetangga, AF (33), yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Kapolsek Monta, AKP Sudarto, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu sore, 21 Maret 2026. Awalnya, korban AF mendatangi rumah pelaku membawa senjata tajam berupa parang dan tombak.
“Korban diduga dalam keadaan terpengaruh alkohol. Masyarakat sempat mengamankan tombak yang dibawa, namun ia tetap menantang pelaku untuk berduel menggunakan parang,” kata AKP Sudarto pada hari Minggu, 22 Maret 2026.
Kapolsek menambahkan bahwa H awalnya mencoba untuk menghindar dari konflik. Namun, situasi memanas ketika AF terus memprovokasi dengan teriakan dan tantangan duel.
“Karena terprovokasi, pelaku akhirnya terpancing emosi dan mengambil parang. Perkelahian pun tidak dapat dihindari,” terang AKP Sudarto.
Akibat insiden ini, korban AF mengalami luka bacok serius di punggung kiri. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Monta, lalu dirujuk ke RSUD Bima untuk perawatan lebih lanjut.
“Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif, sedangkan pelaku dan barang bukti berupa parang telah diamankan dan diserahkan ke Satreskrim Polres Bima untuk proses hukum,” tambahnya.
Kasatreskrim Polres Bima, AKP Abdul Malik, menjelaskan bahwa penyidik sedang mendalami motif di balik peristiwa tersebut. Dugaan sementara menyatakan bahwa insiden ini merupakan hasil dari konflik pribadi yang telah berlangsung sebelumnya. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan lebih mengutamakan penyelesaian secara damai melalui jalur hukum.
“Dugaan awal menyatakan bahwa korban menantang duel karena adanya masalah lama. Sebelumnya, kerabat korban diduga pernah mengalami penganiayaan oleh pelaku,” ujarnya.
Dengan respons cepat dari aparat kepolisian, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah komunitas.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
