Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban

19 Apr 2026 • 05:33 iMedia

NTBHUB.ID – Dugaan pelecehan seksual oleh Syekh Ahmad Al Misry disebut bukan kasus baru. Perkara ini pertama kali mencuat pada 2021, saat sejumlah santri mulai mengungkap pengalaman yang mereka alami.

Para korban diketahui merupakan santri penghafal Al-Qur’an. Saat itu, para guru, tokoh agama, dan pihak terkait melakukan tabayyun atau klarifikasi langsung kepada Syekh Ahmad Al Misry.

Dalam proses klarifikasi tersebut, yang bersangkutan disebut mengakui perbuatannya, meminta maaf, dan berjanji tidak akan mengulanginya. Karena adanya pengakuan dan permintaan maaf itu, kasus kemudian dianggap selesai secara internal.

Namun, penyelesaian tersebut ternyata tidak benar-benar menutup persoalan. Pada 2025, kasus ini kembali terungkap setelah Oki Setiana Dewi bertemu dan mewawancarai salah satu korban saat berada di Mesir.

Dari percakapan itu, muncul pengakuan bahwa dugaan pelecehan masih terus terjadi meski sebelumnya pelaku telah berjanji berhenti. Temuan tersebut kemudian disampaikan Oki kepada sejumlah ustaz, termasuk Ustaz Abi Makki, karena dinilai sangat serius.

Setelah menerima informasi itu, para tokoh agama mulai menelusuri kembali kasus tersebut dan mengumpulkan bukti serta keterangan dari para korban yang sebelumnya tersebar. Dari proses itu, terungkap bahwa jumlah korban mencapai lima orang.

Seluruh korban disebut laki-laki, dengan rentang usia dari anak di bawah umur hingga dewasa. Dugaan pelecehan juga disebut dilakukan berulang kali di sejumlah tempat, termasuk di lingkungan ibadah.

Para korban disebut berada dalam posisi sulit karena pengaruh otoritas pelaku dan pendekatan yang dibungkus dengan narasi agama. Kondisi itu membuat mereka enggan bersuara lebih awal.

Dalam pengembangan kasus, terungkap pula dugaan modus yang digunakan pelaku untuk mendekati korban. Salah satunya dengan menawarkan kesempatan pendidikan gratis ke Mesir.

Para santri diajak mengikuti kegiatan ceramah, lalu dijanjikan bisa melanjutkan studi ke luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan disebut benar-benar diberangkatkan.

Namun, sumber dana keberangkatan itu disebut berasal dari sumbangan umat dan jemaah, bukan dari dana pribadi pelaku. Kasus ini pun kini kembali menjadi sorotan setelah dugaan pelecehan yang sempat dianggap selesai ternyata berlanjut.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya