Presiden Prabowo Mengajak Jurnalis untuk Perbaiki Laporan Pemerintahan

NTBHub.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah jurnalis dan pengamat di kediamannya yang terletak di Hambalang, Bogor, pada Selasa (17/03/2026). Diskusi tersebut berfokus pada laporan yang sering kali bersifat ‘asal bapak senang’ dan risiko yang ditimbulkan oleh laporan tidak akurat.

Di antara yang hadir dalam acara itu adalah Pemimpin Redaksi SCTV Indosiar Retno Pinasti, Ekonom Chatib Basri, dan Jurnalis Najwa Shihab. Pertemuan ini dimoderatori oleh Hasan Nasbi, yang mengarahkan dialog seputar pentingnya kejujuran dalam pelaporan.

Presiden Prabowo menekankan bahwa praktik penyampaian informasi yang tidak jujur dapat berdampak negatif pada pengambilan keputusan. Ia menyatakan, “Jika informasi yang diterima tidak tepat, prioritas dan alokasi sumber daya dapat terganggu, yang sangat berbahaya.”

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemimpin harus siap menerima laporan yang mungkin tidak menyenangkan. “Saya terus memantau kritik dari berbagai sumber, termasuk media sosial dan berita. Meskipun kadang menyakitkan, hal ini membuat saya lebih waspada,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan akurasi laporan, Presiden mengaku rutin melakukan cross-check dan verifikasi kondisi di lapangan. Misalnya, ia menyebutkan penutupan lebih dari 1.000 dapur program yang tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan makanan.

“Jika tidak memenuhi standar, langsung disuspend. Kita tidak main-main,” tegasnya. Selain itu, pemerintah kini menyediakan saluran pengaduan cepat bagi masyarakat, yang memungkinkan mereka untuk menyampaikan keluhan dan memantau kondisi di lapangan.

Presiden juga mencermati bahwa kecenderungan bawahan untuk membuat laporan yang terlalu ‘manis’ sering kali bermula dari niat baik, tetapi hal ini dapat berbahaya. Ia mengajak semua pihak untuk berani menghadapi kenyataan meskipun pahit. “Kita harus siap dikritik dan menerima kenyataan, tidak masalah,” katanya dengan tegas.

Di akhir diskusi, Prabowo menyampaikan filosofi kepemimpinannya, yang menggambarkan komitmennya untuk membantu orang lain, bahkan dalam kapasitas yang kecil sekalipun. “Jika kita bisa membantu banyak orang, lakukanlah. Jika tidak, bantu satu orang, tapi jangan membuat orang lain kesulitan,” tuturnya.

Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun budaya kerja yang lebih transparan, jujur, dan berorientasi pada solusi yang nyata di masyarakat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya