MUI Desak Tindakan Diplomatik Terkait Serangan Israel di Lebanon

01 Apr 2026 • 02:54 iMedia

NTBHub.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan tegas meminta pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik yang jelas. Langkah tersebut diperlukan baik melalui jalur bilateral maupun multilateral menyusul gugurnya prajurit TNI akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel terhadap pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Dalam pernyataannya, MUI mengecam keras agresi militer Israel ke Lebanon. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menekankan pentingnya tindakan diplomatik tersebut saat memberikan keterangan pers, Senin (30/3).

“Kami meminta pemerintah Indonesia untuk bertindak tegas melalui berbagai saluran untuk menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini,” ujarnya, merujuk pada perlunya menangani pelanggaran hukum internasional yang terjadi.

MUI menegaskan bahwa tindakan militer Israel tidak hanya bertentangan dengan norma hukum internasional, tetapi juga mengabaikan prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang beroperasi di bawah mandat PBB. “Pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas dan mencegah terjadinya konflik, bukan untuk menjadi target serangan,” tambahnya.

Pernyataan itu juga mengingatkan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak dapat diterima. Oleh karena itu, MUI mendesak agar dilakukan penyelidikan yang transparan, independen, dan akuntabel terkait peristiwa tersebut.

Selain itu, MUI meminta agar PBB segera melaksanakan investigasi yang independen dan memberikan sanksi kepada para pelanggar. MUI juga menyerukan masyarakat internasional untuk tidak bersikap diam terhadap tindakan yang merusak hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon telah dinyatakan gugur. UNIFIL mengonfirmasi bahwa dua prajurit yang meninggal dunia pada hari Senin disebabkan oleh ledakan dari sumber yang masih tidak diketahui.

Sementara itu, prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon mengalami nasib tragis akibat ledakan proyektil dekat pos Indonesia di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, bersama pemerintah Indonesia, telah menyatakan kutukan keras atas insiden tersebut. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, juga telah mendesak diadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait masalah ini.

“Keamanan dan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB harus selalu diutamakan,” tegas Sugiono dalam unggahannya di X, Selasa (31/3).

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya