Pemerintah NTB Dorong Koperasi Bertransformasi Menjadi Institusi Bisnis
NTBHub.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang mengupayakan agar koperasi-koperasi lokal bertransformasi menjadi institusi bisnis yang lebih kuat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memanfaatkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang telah mulai diimplementasikan di area NTB.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di hadapan anggota Koperasi Merah Putih Jembatan Kembar, ditekankan bahwa koperasi seharusnya dipandang sebagai lembaga bisnis milik bersama, bukan sekadar lembaga sosial. Ia mendorong agar anggota koperasi memiliki pola pikir yang baru, yakni kemajuan koperasi sangat bergantung pada partisipasi aktif anggotanya dalam melakukan transaksi serta mengembangkan unit usaha.
“Koperasi adalah bisnis yang berprinsip dari, oleh, dan untuk anggota. Saya mengapresiasi langkah Koperasi Merah Putih yang telah mulai menyalurkan komoditas pokok. Ini menjadi titik awal untuk membangun institusi bisnis yang lebih besar,” ungkapnya saat berkunjung ke KDMP Jembatan Kembar Timur Lembar pada Kamis (26/2/2026).
Untuk memperkuat modal, Gubernur juga mengungkapkan bahwa tersedia dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 Miliar di Bank NTB yang ditujukan bagi koperasi dan UMKM. Dengan bunga yang rendah, dana ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi koperasi untuk melakukan terobosan bisnis melalui penyusunan proposal usaha yang realistis.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran koperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, di NTB terdaftar lebih dari 800 unit dapur MBG, namun pemenuhan kebutuhan pangan, seperti telur, hanya mampu dipenuhi 30 persen oleh peternak lokal, sementara sisanya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Koperasi dapat berperan sebagai pengumpul hasil peternakan dari anggota untuk disuplai ke dapur-dapur MBG. Permintaannya sudah ada dan pasti, yang diperlukan sekarang adalah manajemen suplainya,” jelasnya.
Selain telur, komoditas lain seperti ayam, susu, dan roti juga memiliki potensi besar dalam skema ketahanan pangan, yang menjadi fokus pemerintah pusat dan provinsi.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak semua anggota untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap koperasi, dengan cara lebih memilih berbelanja di koperasi sendiri ketimbang ke ritel modern. Langkah ini bertujuan agar perputaran ekonomi tetap berada di kalangan anggota dan kembali kepada mereka dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU).
Sementara itu, H. Ismail Darwan, Kepala Desa Jembatan Kembar Timur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Gubernur. Ia menyebut bahwa kehadiran Pj Gubernur menjadi penawar kerinduan masyarakat sekaligus menunjukkan perhatian nyata pemerintah terhadap pembangunan desa.
“Alhamdulillah, ibu-ibu kami sangat menunggu kedatangan Bapak Gubernur. Kami mewakili masyarakat mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KDMP Jembatan Kembar Timur, Rustam Thamrin, melaporkan perkembangan koperasi yang dipimpinnya. Rustam menjelaskan, KDMP ini dibentuk sebagai respons cepat terhadap instruksi Presiden mengenai kemandirian pangan.
“Sejak Mei, kami langsung bergerak cepat merekrut anggota hingga kini berjumlah 96 orang. Meski awalnya hanya mengandalkan simpanan pokok Rp10 juta, kami sudah mulai berbisnis sejak September. Pengurus kami siap bekerja, meski dalam cuaca buruk, untuk memastikan pelayanan terbaik bagi anggota,” tambah Rustam.
Rustam juga mengungkapkan bahwa pada Januari lalu, mereka telah menandatangani akad pinjaman modal sebesar Rp25 juta dari Bank NTB untuk meningkatkan skala usaha. “Dengan modal yang lebih besar, keuntungan pun mulai terlihat. Kami berkomitmen untuk terus maju,” pungkasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
