Ban MotoGP Jepang 2026 Bisa Jadi Penentu, Marc Marquez dan Ducati Perlu Waspada

NTBHUB.ID – Michelin menyiapkan tiga pilihan ban depan dan tiga ban belakang untuk MotoGP Jepang 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan simulasi serta data balapan sebelumnya, lantaran belum ada hasil pengujian di atas aspal baru Sirkuit Motegi.

Kondisi tersebut membuat pemilihan ban berpotensi menjadi faktor penting sepanjang akhir pekan balapan. Ducati pun dituntut menemukan kombinasi terbaik agar tetap bisa mempertahankan keunggulan mereka di Motegi.

Untuk ban depan, Michelin tetap menyediakan tipe Soft, Medium, dan Hard dengan tingkat kekakuan yang sama seperti musim lalu. Seluruhnya menggunakan kompon simetris, sementara ban depan tipe Hard hadir dengan konstruksi khusus yang diperkuat.

“Untuk ban depan, tipe Soft, Medium, dan Hard tetap memiliki tingkat kekakuan yang sama seperti tahun lalu dan semuanya menggunakan kompon simetris,” ujar Piero Taramasso, Manajer Michelin Motorsport Two-Wheel Competition.

“Namun, ban depan tipe Hard memiliki konstruksi khusus yang diperkuat. Ini adalah solusi yang sangat cocok untuk sirkuit-sirkuit tertentu di Asia dan juga akan kami sediakan di Mandalika,” lanjutnya.

Untuk ban belakang, Michelin memilih tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu demi memberikan margin keamanan tambahan. Tipe Soft dan Medium tetap memakai casing standar Michelin.

“Untuk ban belakang, kami memilih tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu guna memberikan margin keamanan tambahan, mengingat adanya ketidakpastian terkait kondisi aspal baru. Tipe Soft dan Medium menggunakan casing standar kami,” kata Taramasso.

Motegi selama ini dikenal sebagai salah satu sirkuit yang bersahabat bagi Ducati. Pabrikan asal Italia itu memenangi tujuh balapan terakhir di sana, termasuk kemenangan ganda Pecco Bagnaia pada sesi Sprint dan Grand Prix musim lalu.

Pada edisi tahun lalu, para pembalap cenderung memilih ban depan Medium untuk kedua balapan. Ban belakang Soft dipakai pada Sprint, sedangkan ban Medium menjadi pilihan untuk Grand Prix.

Namun, karakter aspal baru di Motegi membuat pola tersebut belum tentu kembali terulang. Jika ban belakang Hard menjadi pilihan paling kompetitif, Ducati bisa menghadapi tantangan karena Desmosedici sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan grip dengan ban jenis itu di Red Bull Ring.

Marc Marquez juga memiliki catatan menarik menjelang seri ini. Ia finis kedua pada Sprint Austria di belakang Jorge Martin setelah Pedro Acosta terjatuh saat memimpin. Marquez kemudian bangkit dari masalah rem dan menutup Grand Prix di posisi kelima sebagai pembalap Ducati terdepan.

Dengan kondisi lintasan yang belum sepenuhnya terukur, balapan di Jepang berpotensi berlangsung lebih terbuka. Strategi ban bisa menjadi penentu hasil akhir, termasuk bagi Marc Marquez dan Ducati yang wajib ekstra waspada.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya