InJourney Paparkan Dampak MotoGP Mandalika 2025 terhadap Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
NTBHUB.ID – InJourney memaparkan dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 yang dinilai tidak hanya membawa efek pada sektor olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pengembangan destinasi di The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Kajian tersebut disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang berada dalam ekosistem InJourney. Penyusunan kajian juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik, serta Bank Indonesia.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi momentum untuk melihat MotoGP Mandalika dari sudut pandang yang lebih luas. Menurut dia, ajang balap internasional itu tidak hanya berperan sebagai sport event, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia,” ujar Maya.
Berdasarkan kajian yang dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden, mencakup penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor, skor pengalaman penonton atau brand equity mencapai 5,07 dari skala 6.
Kajian tersebut juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kenaikan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen. Dengan dukungan promosi destinasi yang terintegrasi, tambahan belanja wisatawan diperkirakan mencapai Rp44,5 miliar.
Dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika turut terlihat pada pergerakan UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata. Tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6, sedangkan kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23.
Di sisi lain, eksposur global MotoGP Mandalika memberikan nilai promosi bagi Indonesia dan Mandalika dengan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan pentingnya mengubah dampak penyelenggaraan event menjadi manfaat pembangunan kawasan dalam jangka panjang. Ia menyebut MotoGP Mandalika harus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
“MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Bagi ITDC, momentum ini harus ditransformasikan dari event-based economy menjadi event-led development,” kata Ahmad.
Menurut dia, ITDC terus memperkuat perannya sebagai master developer dan asset manager melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem destinasi yang terintegrasi. Upaya itu dilakukan bersama pelaku industri dan masyarakat agar The Mandalika dapat tumbuh sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang hidup sepanjang tahun.
Dari sisi motorsport, Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai keberadaan MotoGP dan berbagai ajang balap di Mandalika dapat membantu membangun ekosistem motorsport nasional. Ia menekankan pentingnya pembinaan pembalap muda, tenaga profesional, marshal, dan profesi pendukung lainnya.
“Kehadiran talenta seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji menunjukkan bahwa event internasional dapat menjadi bagian dari perjalanan talenta Indonesia menuju level dunia,” ujar Ananda.
MGPA berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event sekaligus mengembangkan ekosistem motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit. Berbagai ajang yang digelar di sirkuit tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pembalap dan talenta nasional untuk bertanding dengan standar internasional.
Dengan demikian, penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan, penguatan ekonomi lokal, dan pembentukan ekosistem motorsport nasional yang berkelanjutan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
