Pemerintah Terus Negosiasi Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz
NTBHub.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa dua kapal milik Pertamina yang saat ini berada di Selat Hormuz masih dalam tahap negosiasi. Ia berharap kapal-kapal tersebut segera dapat kembali ke Indonesia.
Bahlil menyebutkan bahwa proses negosiasi ini memerlukan waktu yang cukup lama karena banyaknya antrean kapal dari negara lain yang juga berada di lokasi. “Kami sedang dalam proses negosiasi. Antrean kapal saat ini cukup panjang. Mohon diberikan waktu,” katanya saat konferensi pers di Kantornya pada Selasa (17/3).
Di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, Bahlil merasakan adanya sinyal positif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa kini semua kapal yang bukan milik Israel dan Amerika Serikat diizinkan untuk melintasi perairan tersebut. “Alhamdulillah, ada perkembangan positif. Kebijakan buka tutup di Selat Hormuz memberikan kesempatan bagi kapal-kapal dari negara lain untuk berkomunikasi,” tuturnya.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menjaga pasokan energi nasional, termasuk ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji (LPG). Bahlil menyatakan bahwa langkah-langkah strategis untuk menjaga stok energi telah dilakukan sejak Maret. “Kami pastikan semua stok harus cukup untuk mencegah kelangkaan di Indonesia, baik untuk LPG, bensin, maupun solar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pentingnya stabilitas harga energi. Pemerintah akan terus menerapkan skema subsidi dengan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan situasi geopolitik. “Negara akan tetap hadir untuk memberikan subsidi. Kami akan terus memantau harga minyak. Jika harganya mencapai US$100, kami masih bisa mengelolanya dalam APBN,” tandasnya.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
