Blibli Dorong JEDA 10 Detik untuk Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen
NTBHUB.ID – PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), bersama dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perdagangan RI, Bank Indonesia, serta Indonesian E-commerce Association, menghadirkan social experiment yang memperkenalkan JEDA sebagai pendekatan sederhana untuk merespons secara lebih bijak di ruang offline maupun online.
JEDA merupakan akronim dari Jangan Reaktif, Evaluasi, Double-check, dan Ambil keputusan dengan tenang. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, terutama saat berhadapan dengan konten atau tawaran yang memicu respons impulsif.
Head of PR Blibli Nazrya Octora mengatakan, sebagai pelopor ekosistem perdagangan omnichannel, Blibli berkomitmen menghadirkan pengalaman yang dapat dipercaya di setiap titik interaksi.
“Inisiatif JEDA lahir dari pemahaman bahwa kualitas keputusan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh kejernihan. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya cepat, tetapi juga memberikan rasa percaya, baik secara online maupun offline,” ujar Nazrya.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan upaya perlindungan konsumen yang terus didorong berbagai pemangku kepentingan agar masyarakat merasa lebih aman dalam bertransaksi.
Blibli juga mengungkap sejumlah temuan dari social experiment tersebut terkait perilaku masyarakat saat merespons dorongan impulsif. Salah satu temuan menunjukkan konten clickbait masih mampu menarik perhatian banyak orang dan mendorong rasa penasaran untuk mengklik tautan yang disediakan.
Dalam catatan Blibli, kelompok usia lanjut atau baby boomers tercatat lebih responsif terhadap banner clickbait dibandingkan Generasi Z. Selain itu, respons impulsif juga ditemukan pada berbagai kelompok gender dan wilayah, dengan partisipasi tertinggi datang dari kota-kota besar seperti Jakarta.
Melalui inisiatif ini, Blibli ingin mengingatkan publik bahwa jeda singkat selama 10 detik dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu masyarakat berpikir lebih jernih sebelum mengambil keputusan, baik saat berbelanja maupun saat berinteraksi di dunia digital.
