Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi agar Terhindar dari Risiko Kekerasan
NTBHUB.ID – Kasus kekerasan di salah satu daycare kembali membuat para orang tua khawatir terhadap keamanan anak saat dititipkan. Berdasarkan penyelidikan, setidaknya 53 anak disebut menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha. Bentuk kekerasan yang ditemukan di antaranya kaki dan tangan diikat, hingga anak ditidurkan di lantai.
Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa memilih daycare tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Orang tua perlu lebih selektif untuk meminimalkan risiko dan memastikan bayi berada di lingkungan yang aman.
Berikut sejumlah tanda daycare yang aman bagi bayi yang bisa diperhatikan sebelum memutuskan menitipkan anak.
1. Memiliki izin resmi
Hal pertama yang perlu dicek adalah legalitas daycare. Tempat penitipan anak yang terpercaya umumnya mengantongi izin operasional dari dinas terkait. Izin ini menunjukkan bahwa daycare telah memenuhi standar minimum, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun tenaga pengasuh.
Orang tua tidak perlu ragu meminta dokumen atau sertifikasi yang dimiliki. Jika pihak daycare enggan menunjukkan dokumen tersebut, sebaiknya pertimbangkan pilihan lain.
2. Rasio pengasuh dan bayi seimbang
Untuk bayi usia 0–24 bulan, rasio pengasuh menjadi faktor yang sangat penting. Idealnya, satu pengasuh menangani 2–4 bayi, tergantung usia dan kebutuhan masing-masing anak. Semakin kecil usia bayi, semakin besar perhatian yang dibutuhkan.
Jika jumlah bayi terlalu banyak dibandingkan pengasuh, risiko pengabaian hingga kekerasan dapat meningkat karena pengasuh kewalahan.
3. Pengasuh memiliki latar belakang dan pelatihan yang memadai
Pengasuh bukan sekadar penjaga anak. Mereka perlu memahami dasar-dasar perawatan bayi, mulai dari cara menggendong yang benar, memberi makan, hingga menangani kondisi darurat.
Orang tua dapat menanyakan apakah pengasuh pernah mengikuti pelatihan khusus, seperti pertolongan pertama atau pelatihan childcare. Pengasuh yang terlatih umumnya lebih sabar dan paham cara menangani bayi dengan tepat.
4. Fasilitas bersih dan aman
Lingkungan daycare harus bersih, aman, dan ramah bayi. Perhatikan apakah lantai menggunakan bahan yang aman, sudut ruangan tidak tajam, serta mainan dalam kondisi bersih dan layak pakai.
Area tidur bayi juga perlu diperiksa. Bayi seharusnya memiliki tempat tidur yang layak, bukan ditidurkan sembarangan di lantai tanpa alas memadai.
5. Terbuka terhadap akses orang tua
Daycare yang baik umumnya tidak menutup-nutupi aktivitas di dalamnya. Sebaliknya, mereka biasanya terbuka terhadap kunjungan orang tua dan menyediakan akses pemantauan, seperti CCTV atau laporan harian.
Jika orang tua merasa dibatasi untuk melihat kondisi di dalam, hal itu patut menjadi tanda peringatan. Transparansi penting agar perkembangan dan keamanan anak tetap dapat dipantau.
6. Cara pengasuh berinteraksi dengan bayi baik
Saat melakukan survei, orang tua disarankan mengamati langsung cara pengasuh memperlakukan anak-anak. Apakah mereka tampak sabar, lembut, dan responsif terhadap tangisan bayi?
Interaksi ini sering menjadi indikator penting. Daycare dengan pengasuh yang mudah marah, membentak, atau terlihat kasar sebaiknya dihindari sejak awal.
7. Memiliki prosedur keamanan dan komunikasi yang jelas
Daycare yang aman biasanya mempunyai aturan jelas soal penjemputan, keadaan darurat, hingga komunikasi dengan orang tua. Prosedur ini penting agar pengasuh dan orang tua sama-sama memahami langkah yang harus diambil dalam situasi tertentu.
Semakin jelas alurnya, semakin kecil kemungkinan terjadi kelalaian yang bisa membahayakan bayi.
Memilih daycare memang membutuhkan ketelitian. Dengan memperhatikan legalitas, rasio pengasuh, kondisi fasilitas, hingga cara pengasuh berinteraksi, orang tua bisa lebih tenang saat menitipkan bayi di tempat penitipan anak.
