SPPG Didesa Pengengat Diduga Berubah Jadi Distributor Jajanan Pasar dan Ahli Gizi Tak Berfungsi

NTBHub.ID – Lombok Tengah – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pengengat, Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mendapat perhatian serius dari masyarakat. Ternyata, pelaksanaan program yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak ini dinilai tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Menurut informasi yang dihimpun, pihak SPPG menyalurkan satu kaleng roti Nissin Wafer Coklat sebagai porsi makanan yang diberikan selama lima hari. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, mengingat jumlah tersebut dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.

Sejumlah orang tua murid pun angkat bicara. Mereka mengungkapkan bahwa satu kaleng roti tersebut memang diperuntukkan bagi anak-anak dari Taman Kanak-Kanak hingga kelas tiga SD. “Tidak ada buah atau makanan lainnya, hanya roti itu,” ungkap mereka saat diwawancarai oleh media pada 16 Maret 2026.

Menurut petunjuk teknis (Juknis) pendistribusian MBG, ada beberapa syarat yang harus dipatuhi. Makanan yang disalurkan seharusnya memenuhi standar gizi yang mencakup energi antara 300-400 kkal, serta minimal 10 gram protein. Selain itu, menu yang diberikan harus seimbang, mengandung karbohidrat, protein baik hewani maupun nabati, sayuran, dan buah-buahan. Bahan makanan juga diharuskan segar, higienis, serta rendah gula, garam, dan lemak jenuh.

Namun, tampaknya SPPG mengabaikan berbagai aturan tersebut, yang dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Tindakan ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak terkait kepentingan gizi para siswa di wilayah tersebut.

VIP
Jurnalis Independen

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya